Liputan: Pameran Arsitektur “Generasi Pertama Arsitek dalam Profil dan Karya”

10426275_854905254571630_5938344879509103225_n

Poster Pameran Arsitektur (sumber: facebook.com)

Pada tanggal 19 Februari hingga 22 Februari 2015, telah berlangsung pameran arsitektur yang berlokasi di Gedung Indonesia Menggugat, Jalan Perintis Kemerdekaan No. 5, Bandung. Pameran arsitektur ini mengambil tema “Generasi Pertama Arsitektur Dalam Profil dan Karya”. Pameran tersebut merupakan rangkaian acara roadshow yang diselenggarakan oleh IAI Nasional bekerja sama dengan IAI Jawa Barat, FIMA Jawa Barat, dan Dinas Budaya dan Pariwisata Bandung. Pameran ini terdiri dari tiga rangkaian acara yaitu pameran karya arsitek era 50-60an, talkshow pada tanggal 21 Februari, dan pemutaran film mengenai arsitektur pada tanggal 21 Februari malam.

Sekilas mengenai Gedung Indonesia Menggugat merupakan gedung bersejarah yang dibangun tahun 1906. Fungsi awal bangunan ini dulu merupakan rumah tinggal. Sejak 1917, kemudian menjadi Gedung Pengadilan Belanda (Landraad). Peristiwa sejarah juga terjadi disini. Ir. Soekarno bersama rekan-rekan PNI diadili oleh pemerintah Belanda pada tanggal 18 Agustus hingga 22 Desember 1930. Beliau membacakan ‘pledoi’ atau pidato pembelaan yang termashur dengan judul ‘Indonesia Menggugat’, yang disusunnya di penjara Banceuy. Kini Gedung Indonesia Menggugat merupakan tempat yang dilestarikan sebagai museum sejarah dan terbuka untuk publik serta merupakan tempat yang tepat dipilih untuk pameran arsitektur yang bersejarah ini.

20150221_125557

Gedung Indonesia Menggugat saat acara Pameran Arsitektur, 21 Feb 2015

Rekam Jejak Arsitek Generasi Pertama dalam Pameran

Selama berada di pameran, kita akan menemukan dan melihat rekam profil dan karya dari para arsitek generasi pertama Indonesia. Arsitek-arsitek tersebut antara lain Soejoedi, F. Silaban, Ahmad Noe’man, Han Awal, Hoemar Tjokrodiatmo, Moerdjoko, Bianpoen, Mustafa Pamuntjak, Liem Bwan Tjie, dan Zaenudin Kartadiwiria. Sketsa-sketsa yang ditampilkan memiliki kesan yang berbeda dari pameran arsitektur lainnya dengan tanpa maket atau model. Informasi gambar memuat tanggal pembuatan, keterangan bangunan, dan memperlihatkan sketsa ciri khas arsitek tersebut. Dengan penampilan gambar-gambar yang hitam putih, kesan perjuangan dari tarikan garis-garis sketsa itulah yang terlihat dan menjadi daya tarik utama dari pameran ini.

20150221_134719

Salah satu panel pameran arsitektur generasi pertama, Hoemar

20150221_134745(0)

Suasana Pameran Arsitektur

20150221_130420

Suasana Pameran Arsitektur

Talkshow Arsitek Generasi Pertama Indonesia

Selain pameran profil dan karya yang terpampang di seluruh bagian gedung, terdapat pula acara bincang-bincang atau talkshow. Acara bincang-bincang tersebut diselenggarakan pada tanggal 21 Februari 2015. Topik yang dibawa adalah ‘Objektivitas dalam Subjektivitas’. Meskipun talkshow tersebut tidak menghadirkan para arsitek yang telah disebutkan pada pengumuman, acara tersebut semakin menarik dengan hadirnya Ahmad Noe’man. Acara bincang-bincang tersebut secara tidak langsung telah menghadirkan arsitek Indonesia dari lima generasi. Arsitek tersebut antara lain Ahmad Noe’man, Fauzan Noe’man, Yuswadi Saliya, Sandi Siregar, dan Budi Sukada sebagai moderator. Untuk isi pembicaraan talkshow lebih lanjut klik Talkshow.

20150221_140944

Suasana Talkshow Arsitek Generasi Pertama

20150221_172828

Pembicara Talkshow Arsitek Generasi Pertama

Setelah acara bincang-bincang dan tanya jawab yang berlangsung selama kurang lebih dua jam tersebut, acara di Gedung Indonesia Menggugat pada hari tersebut pun telah selesai. Sesi tanya jawab pun berlangsung cukup menarik dan didukung juga tanggapan-tanggapan dari arsitek dan akademisi kalangan arsitektur lainnya yang hadir dalam talkshow tersebut.

Selain itu, terdapat juga acara pemutaran film pada pukul 19.30 di hari yang sama dengan acara talkshow. Film yang diputar yaitu mengenai arsitektur Indonesia dalam kacamata para arsitek dari generasi pertama hingga generasi arsitek muda sebagai penerus saat ini. Salah satu arsitek generasi pertama yang bercerita pada film tersebut yaitu Han Awal. Selain menampilkan cerita dan pendapat dari para arsitek tersebut, karya-karya arsitektur yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan arsitektur di Indonesia turut ditampilkan misalnya ulasan mengenai Rumah Angin.

Kesimpulan yang dapat diambil dari serangkaian acara pameran arsitektur ‘Generasi Pertama Arsitek dalam Profil dan Karya’ ini diantaranya yaitu kita dapat melihat betapa sangat berpengaruhnya para arsitek generasi pertama ini dalam memajukan dan mengembangkan arsitektur di Indonesia. Selain itu, melihat juga bagaimana para arsitek tersebut menyikapi perkembangan zaman terhadap kondisi Indonesia saat itu. Berbagai karya yang kita lihat dan pelajari dari pameran tersebut tidak membuat kita turut melupakan bagaimana karya arsitektur secara filosofis menyiratkan perjuangan kemerdekaan Indonesia.

Catatan:

Liputan dan gambar didapat dari dokumentasi pribadi pada tanggal 21 Februari 2015.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s