architec-ture#1 Gambar: Teknik Komunikasi dan Presentasi Arsitektur

Materi ini menjadi yang paling sangat dasar yang harus diketahui oleh mahasiswa arsitektur. Pokoknya kalau ga tau materi ini, bukan anak arsi banget deh. Tau kan kalau arsitek kerjaanya ngegambar? Ya berarti sebagai calon arsitek (aamiin) kita harus tau apa itu gambarnya dong. Nah, gambar inilah yang menjadi teknik bagaimana seorang arsitek berkomunikasi dan mempresentasikan ide atau gagasan mengenai bangunan yang dirancangnya kepada klien dan disiplin lain yang akan ikut bekerja bersama sang arsitek.


Gambar

Apa sih gambar dalam lingkup arsitektur ini? Segala jenis gambar bisa terjadi. Mulai dari banyak gambar coretan ide-ide yang ga jelas. Terus lanjut ke gambar yang lebih dirapihin dan terukur. Gambar 3D kotak-kotak, bulet-bulet, bersegi-segi, bentuk bangunannya yang masih polos. Atau bisa juga dibikin 3D model maketnya biar bisa lebih dipahami dan diraba maksud bentuknya. Sampai ke gambar yang mulai banyak keterangan-keterangan tanda panah yang saling tindih-tindihan sama gambar lainnya. Wah ribet kan yah. Realita kerjaan arsitek sih ga seribet dan penuh seperti itu, tapi ada disiplin lain dan juniornya yang harusnya bakal siap membantu.

Alat Gambar

Mulai dari yang konvensional pensil atau drawing pen sampai yang paling modern 3D printing, semuanya dipake dan berlaku bagi para arsitek pastinya. Medianya seperti meja gambar arsitek yang besar itu, iya itu masih dipake kalau kuliah di tingkat awal. Pake penggaris panjang 60 cm, penggaris segitiga 30/60 dan 45, penggaris pola, penggaris furnitur (atau disebut juga mal), dan banyak jenis penggaris lainnya. Kalau arsiteknya sendiri sih mungkin asal ada selembar kertas dan pulpen, maka ide pun bisa tertuang. Tapi masih ide sih ya biasanya, kalau udah yang lebih teknis tentu harus pake yang lebih canggih. Komputer dengan spesifikasi tinggi buat desain memang sangat diharapkan untuk bisa eksplorasi bentuk rancangan bangunan. Apalagi buat bikin gambar perspektif yang menariknya, ya itu pake komputer itu bahkan bisa seperti asli atau udah terbangun padahal itu cuma akal-akalan aja.


Gambar Arsitektur

Anggaplah kita si perancang udah punya ide yang pas dan sesuai dengan kesepakatan, lanjutlah ke gambar kerja arsitektur. Misal bangunan sederhana aja, bikin rumah! Bangunan sederhana lain yang sama luasnya bisa jadi ada restoran, kedai, ruko, toko, pusat informasi, dan lain-lain. Belum lagi ada bangunan yang lebih kompleks seperti kantor, sekolah, rumah sakit, bahkan sampai apartemen atau gedung pencakar langit yang bisa sampai puluhan lantai.

Denah

Gambar ini lebih menunjukkan tatanan ruang yang ada di dalam bangunan. Biasanya berupa bangunan yang dipotong dari ketinggian 1 m atau 1,5 m dari lantai. Patokannya supaya bisa kebayang orang yaitu pintu masuk utama harus ada di bagian bawah gambar. Bagian yang terpotong seperti dinding, pintu, jendela, tiang, tangga harus diperlihatkan supaya tau tebelnya, batasnya, dan sebagainya.

Tampak

Sebagian besar orang umum yang bukan anak arsi ga tau loh apa itu “tampak”. Nah, sebagai anak arsi yang peka dan sabar terhadap sekitar, orang akan lebih mengerti dengan “muka bangunan”. Biasanya dari gambar ini, impresi orang akan lebih tinggi dan ditarik. Untuk gambar kerja, tampak ga harus berwarna. Tapi kalau untuk presentasi ke klien atau dosen, lebih bagus sih memang diwarna supaya tau komposisinya pas atau ngga sama bentuknya, dan bisa juga memperlihatkan langsung jenis material yang digunakan, cat, kayu, atau batu? Pada umumnya bentuk lahan dan bangunan kan segi empat yah, nah biasanya tampak bakal dibuat ke empat-empatnya, supaya tau kalau bangunannya punya empat sisi, empat tampak, dan empat komposisi yang beda.

Potongan

Kebayang ngga kalau paprika belum dipotong dalamnya seperti apa? Nah supaya tau isi di dalamnya ada apa aja, makanya dipotong. Begitu juga bangunan, kalau ngga dipotong kita ngga akan tahu di dalam bangunan bakal ada apa aja, tingginya segimana, tebelnya segimana, dan banyak lagi. Biasanya gambar potongan lebih diutamakan untuk memperlihatkan bagian tangga sebagai penghubung antar lantai bangunan. Minimal buat dua potongan bangunan, melintang dan memanjang, atau sesuai kebutuhan dan keinginan dari perancang untuk memperlihatkan bagian tertentu yang khusus terlihat di potongan.

Perspektif

Gambar yang paling menarik, tapi perjuangannya yang sampai berdarah-darah. Buat anak arsi seperti saya, perjuangan bikin perspektif ini bener-bener hebat. Karena harus bisa meyakinkan kalau bangunan kita itu bisa terbangun, bentuknya seperti apa, bakal ada apa aja di sekitarnya, suasananya yang ingin dibawa seperti apa, baik itu interior maupun eksterior. Makin bagus dan nyata gambarnya, komputer yang dipake juga harus bagus. Untuk zaman yang makin canggih ini, software-nya pun ada berbagai macam untuk membuat gambar yang bagus ini.

Detail

Ingat istilah DED kan? Ya, Detail Engineering Design atau lebih beken disebut Gambar Bestek (hmmm akan kita bahas lebih lanjut yah). Sudah jelas gambar ini adalah gambar terpenting kalau mau bangunan rancangan anak arsi bisa dimengerti dan dibikin oleh tukang-tukang. Makin lengkap, makin bagus, makin sederhana, makin cepat bisa dibangun. Nah, selama dalam keberjalanan proyek suatu bangunan, bagian-bagian gambar untuk lebih lanjut ini biasanya dibagi lagi menjadi istilah-istilah tertentu.


Gambar untuk Proyek

Setelah membaca berbagai macam blog dan informasi pengetahuan lainnya, saya juga menemukan kekeliruan. Namanya juga masih mahasiswa, harap dimaklum yah kalau banyak salah anak arsi ini. Kalau dilanjutkan secara proses dari gambar DED tadi, maka lanjutlah gambar untuk kontrak biasanya masih berupa gambar yang belum detail yang dibuat dari arsitek atau konsultan arsitek (akan dibahas di bagian profesi yah nanti). Kontrak yang didapat yaitu dari arsitek ke kontraktor. Kalau udah dapat kontraktornya, dari pihak arsitek barulah ke proses berikutnya.

For Construction Drawing

Gambar untuk konstruksi yang dibuat dari pihak arsitek atau konsultan arsitek ke pihak konsultan manajemen konstruksi (MK) untuk diperiksa dan disahkan. Kemudian, kalau ada revisi, dibalikin lagi ke arsitek tapi kalau ga ada revisi gambar bisa langsung diteruskan ke kontraktor. Gambarnya tidak begitu detail. Bersifat menyeluruh dan sangat penting karena jadi acuan utama, ingat acuan, segala pekerjaan akan dimulai dari gambar ini dan diteruskan ke tahap gambar berikutnya.

Shop Drawing

Gambar toko yahahaha bener juga sih, lebih tepatnya gambar yang akan dibuat oleh kontraktor dan diterima dari pihak MK. Kalau ada revisi, dibalikin lagi ke MK, kalau nggaa ada, lanjut deh gambar shop drawing yaitu gambar yang lebih detail dan lengkap dari gambar for-con. Bisa jadi gambar shop drawing ini tidak dibuat loh, untuk beberapa hal yang tidak butuh detail. Instruksi lapangan ada di tangan MK. Jadi, kalau dari kontraktor mau mengubah gambar, ngga bisa seenaknya, tapi udah ada jalur koordinasinya.

Segala revisi gambar shop drawing harus dicek dulu sama MK, kalau ngga ada revisi, bisa langsung di-update gambar shop drawingnya untuk diperbanyak dan pekerjaan lapangan. Kalau ada revisi, gambar yang sebelumnya disimpan dan disebut “superseeded file”, sedangkan gambar terbaru update dari gambar shop drawing. Di bagian shop drawing juga ada yang menyebut “fabrication drawing”, gambar detail yang lebih detail lagi khusus pekerjaan tertentu seperti bagian struktur aja atau bagian pemipaan aja.

As-built Drawing

Seperti namanya, gambar yang terbangun. Gambar ini adalah tahap terakhir dari sebuah proyek yang dibuat oleh pihak kontraktor yang membangun. Segala hal yang terbangun yang sesuai kondisi di lapangan yang berbeda dari for-con harus tergambar. Gambar ini akan menjadi acuan untuk keberlanjutan bangunan seperti untuk perawatan dan pemeliharaan bangunan serta adanya bongkaran atau tambahan terhadap bangunan di kemudian hari oleh pemilik bangunan.

Sekian materi mengenai gambar sebagai teknik komunikasi dan presentasi dalam lingkup arsitektur. Semoga dapat membantu anak arsi dan anak lainnya dan orang umum lainnya untuk memahami istilah-istilah arsitektur yang belum diketahui dan patut dipelajari juga. Gambar menyusul yaa anak arsi 🙂

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s